
Sekarang kita akan pelajari mengenai penggunaan LCD. Dimana LCD ini adalah sebuah perangkat untuk menampilkan karakter ataupun huruf angka dan ikon bentuk apapun ke dalam sebuah layar display yang nantinya LCD ini dapat kita program melalui ISP32.
Sama seperti teman-teman menampilkan lewat serial monitor, jadi kita juga bisa menampilkannya lewat sebuah display, salah satunya yaitu LCD, liquid crystal display. Nah, LCD-nya akan kita gunakan, interface-nya adalah menggunakan komunikasi I2C . Jadi, di LCD ini sebenarnya ada banyak pin, 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya, ada banyak kaki yang perlu dihubungkan ke ISP32. Nah, hanya saja kita bisa memanfaatkan komunikasi yang dinamakan I2C, protokol komunikasi yang dinamakan I2C, sehingga untuk menghubungkannya cukup menggunakan 4 kabel saja.
Yang tadinya ada banyak kaki , dijadikan cukup 4 kaki saja. Dan itu pun kita bisa menggunakan maksimal secara perhitungan ya, maksimal 255 I2C LCD. Jadi, dengan 4 pin itu, bisa sampai 255 LCD. Berbeda dengan jika kita menggunakan kaki yang biasa seperti ini yang banyak, kaki yang banyak ini hanya bisa untuk 1 LCD, seperti itu.

Di sini, LCD-nya ada yang ukuran 16 x 2, ada yang ukuran 20 x 4, dan banyak juga ukuran yang lain. Tetapi yang umum adalah 16 x 2 dan 20 x 4, seperti itu. Oke, kita akan coba untuk melakukan wiring ya, pemasangan kabelnya. Teman-teman, silakan siapkan LCD-nya. Jika diwokwi, kita bisa menggunakan LCD di sini, dalam kurung I2C, I2C. Ada yang 16 x 2, ada yang 20 x 4. Itu hanya beda ukuran saja. Jadi, kalau yang biasa, 16 x 2 yang biasa, pin-nya banyak, seperti ini. Kalau kita pakai yang I2C, pin-nya cukup 4. Jadi, teman-teman gunakan yang I2C.
Seperti itu. Bisa juga teman-teman menggunakan yang 20 x 4, LCD 20 x 4. Hanya beda ukuran saja. Optional, silakan ingin menggunakan yang mana, karena sama saja cara memprogramnya. Oke, kita akan gunakan yang 16 x 2. Apa maksudnya 16 x 2? Maksudnya adalah ada 16 kolom, Ada 16 kolom dan 2 baris. Begitupun yang 20 x 4, ada 20 kolom dan 4 baris. Jadi hanya beda ukuran saja. Kemudian untuk wiring-nya di LCD I2C ini, dia membutuhkan 4 pin,

Ground kita hubungkan ke ground. Bagi teman-teman yang menggunakan breadboard, silakan bisa menggunakan breadboard. Jadi, kalau teman-teman gunakan breadboard, kita akan gunakan breadboard. Seperti itu, berarti kita akan hubungkan yang bagian VCC dan ground-nya. Untuk yang 5 volt ini, kita akan hubungkan. Untuk yang ground, kita hubungkan . Sehingga yang ground-nya teman-teman bisa pasang . Yang VCC-nya, ini dihubungkan ke 5 volt, seperti itu. Kemudian SDA-nya, teman-teman bisa gunakan di pin 22 dan 21 untuk SDA dan SCL-nya. Kita hubungkan yang SDA-nya ini ke pin nomor 21. Teman-teman bisa menggunakan breadboard saja. Jadi, nanti ketika ada lebih dari satu device, bisa teman-teman gunakan. 21.
Kemudian 22-nya, kita hubungkan . Jadi, SDA-nya ini 21 dan SCL-nya 22. Oke, SDA 21, SCL 22. SDA saya akan gunakan kabel warna biru, seperti itu SCL-nya. Saya akan gunakan kabel warna merah muda atau pink, seperti itu. Jadi, saya ganti menjadi biru, yang ini menjadi pink. Oke, seperti itu hubungan antar kabelnya untuk wiring-nya.
Library

Selanjutnya, untuk menggunakan LCD ini, kita memerlukan sebuah library. Kenapa? Karena untuk menggunakan komunikasi I2C ke LCD 16×2 maupun 20×4 itu tidak mudah. Jadi, kita akan gunakan library. Teman-teman yang menggunakan Arduino IDE bisa masuk ke library manager. Kemudian cari di sana liquid crystal. Liquid crystal I2C. Oke, teman-teman cari yang liquid crystal I2C.
Bagi teman-teman yang menggunakan wokwi, masuk ke library manager. Kemudian tambahkan library baru, kita cari liquid crystal I2C. Liquid crystal I2C. Oke, kita akan program untuk LCD-nya.
Hal pertama yang dilakukan adalah tentu saja melakukan include. Dimana include-nya adalah liquid crystal underscore I2C dot edge
Di sini teman-teman perlu tahu juga bahwa dengan menggunakan I2C ini, setiap perangkat yang menggunakan I2C, dia memiliki adres sendiri. Adres dari perangkat tersebut. Satu perangkat, satu adres. Adresnya berupa angka Hexa. Di sini tidak ada error. Kita akan buat objeknya sekarang. Sama seperti kita menggunakan servo pada sebelumnya. Objeknya kita ambil dari liquid crystal underscore I2C. Seperti itu. Kemudian kita buat objeknya. Di sini saya akan menggunakan LCD1. Sama seperti servo, kita gunakan servo 1, servo 2, dan seterusnya. Untuk LCD, pertama parameternya adalah alamat dari I2C. Di sini I2C defaultnya adalah alamat 27. Jadi silahkan teman-teman sesuaikan saja alamatnya di 27.
0x27 artinya ada di bilangan Hexa 27. Nanti jika ada lebih dari satu LCD, maka alamatnya akan berbeda setiap LCD-nya. Kemudian untuk jumlah kolomnya yaitu 16 dan jumlah barisnya yaitu 2. Jadi kita sudah buat mengenai objeknya.
KODE
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
String kata = "Morning Sayang <3";
LiquidCrystal_I2C lcdSatu(0x27, 16, 2);
void setup() {
lcdSatu.init();
lcdSatu.backlight();
lcdSatu.setCursor(5, 0);
lcdSatu.print(kata);
}
void loop() {
delay(10);
}
Di bagian setup, kita masuk kode program untuk pin mode-nya. Kita akan jadikan LCD ini sebagai output. Tetapi khusus untuk LCD ini, kita gunakan LCD1.init. Jadi kita lakukan initialisasi. Kemudian di LCD juga, dia ada backlight-nya. Jika teman-teman lihat di sini,
Teman-teman tidak perlu lagi menggunakan serial monitor untuk menampilkan karakternya. Bisa gunakan lcd. Ataupun teman-teman juga. Jika ingin menampilkan sensor langsung di lcd. Dan lcd-nya tidak harus satu. Bisa banyak.
~ Kita akan pelajari di materi selanjutnya.~
