Menggunakan Input LDR

Menggunakan Input LDR

Sekarang kita akan kembali belajar membaca sensor dengan sinyal analog. Sebenarnya untuk kode programnya sama, sensor apapun yang bekerja dengan sinyal analog, sama-sama menggunakan analog grid, hanya beda cara kerja di sensornya saja. Sekarang kita akan pelajari tentang penggunaan LDR atau Length Dependent Resistor, sama seperti potensiometer, dia juga sebuah resistor, yang nilai resistansinya bisa kita atur. Putar potentiometer untuk mengatur nilai resistansinya, sementara berikan cahaya untuk mengatur nilai resistansi LDR ini.

Jadi teman-teman, inilah LDR, Light Dependent Resistor. Gunakan LDR ini sebagai sensor cahaya, karena kalian bisa mengatur nilai resistansinya menggunakan cahaya. Terkadang LDR hadir dalam bentuk modul, seperti ini, bukan hanya LDR saja. Kita akan menggunakan modul LDR karena fokus kita adalah pengoperasiannya, bukan elektronikanya. Modul LDR ini memiliki trim pot yang kalian putar seperti potentiometer untuk mengatur nilai resistansi.

Berbeda dengan potentiometer yang kalian putar menggunakan tangan, kalian memutar trim pot ini menggunakan obeng. Jadi teman-teman bisa putar di bagian sini untuk mengatur nilai resistansi. Nah, di modul ini, di modul LDR ini, trim pot berfungsi untuk mengatur threshold, atau dalam bahasa Indonesia kita sebut dengan ambang batas. Nah di modul LDR ini, atau Light Dependent Resistor, dia memiliki 3 buah pin, ada juga yang 4 buah pin, yang akan kita gunakan nanti 4 buah pin. Jika modulnya hanya ada 3 buah pin , maka LDR ini modulnya bekerja dengan mengirimkan sinyal digital.

Bagaimana kita mengatur sinyal digitalnya? Kita mengatur sinyal digital menggunakan Trim Pod ini, untuk menetapkan ambang batasnya. Jika memiliki 4 pin, kita bisa memilih untuk menggunakan sinyal digital atau sinyal analog. Pilih salah satu. Jika ingin menggunakan sinyal analog, gunakan Trim Pod ini untuk mengatur ambang batas atau threshold-nya. Begitulah cara kerjanya untuk LDR yang memiliki 4 pin.

Kita akan menggunakan LDR yang 4 pin, dalam hal ini kita akan menggunakan sinyal analog. Oke, kita langsung saja. Kita akan teman-teman siapkan ISP32-nya, siapkan breadboard-nya, dan siapkan juga sensor LDR-nya atau sensor cahaya. Jika teman-teman menggunakan simulator wokwi, LDR ini bentuknya sudah modul seperti ini, ada 4 buah pin. Nantinya kita bisa atur tingkat kecerahan cahayanya,
dan nilai dari kecerahan cahaya tersebut akan berupa sinyal analog yang akan kita tampilkan di serial monitor, di LCD atau di mana pun. Seperti itu. Kita buat dulu untuk 5V, saya akan hubungkan ke sini,
dan GND-nya saya akan hubungkan ke sini. Oke, seperti itu. Kemudian, tentu saja di modulnya kita akan hubungkan VCC, itu 5V, dan GND-nya ke GND. Jadi seperti itu. Dan LDR ini, teman-teman bisa lihat ada 4 pin.

Jika teman-teman ingin menggunakan sinyal analog, maka gunakan pin analog. Jika teman-teman ingin menggunakan sinyal analog dan kita akan gunakan ke pin nomor 25. Tentu saja teman-teman bebas ingin menggunakan pin nomor berapapun. Saya akan letakkan di sini pin nomor 25, sehingga yang analognya kita hubungkan ke sini. Jika teman-teman menggunakan ISP8266 bukan ISP32, maka di ISP8266 itu ada pin A0, jadi hanya ada satu pin analog. Kalau di ISP32 ada banyak.

KODE

int ldr;

void setup() {
  pinMode(25, INPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
 ldr = analogRead(25);
 Serial.println(ldr);

 delay(500);
}

Oke, seperti itu untuk pemasangan pin LDR-nya. Kita langsung buat kode programnya. Kode programnya sama seperti kita memprogram Trim Pod atau memprogram potentiometer, kita siapkan dulu variable. Secondary nama variable-nya adalah LDR. Lalu kita tambahkan pin mode. Pin mode-nya di sini pin nomor sesuai dengan GPIO-nya yaitu 25. Pin nomor 25 sebagai input.

Lalu kita akan baca nilai dari LDR-nya. LDR sama dengan analog read pin nomor 25. Dan kita akan tampilkan ke serial monitor. Oleh karena itu kita buat serial bgin dan serial print. Kemudian saya akan ubah delay-nya menjadi 500. Kita start simulation atau teman-teman bisa lihat di sini nilai LDR-nya 1001.

Kita akan ubah nilai cahaya LDR-nya. Semakin terang cahayanya, maka angkanya akan semakin kecil. Semakin gelap cahayanya, maka angkanya akan semakin naik. Seperti itu. Jadi untuk membaca nilai LDR cukup gunakan analog grid saja seperti ini. Dan kita akan lanjutkan di materi selanjutnya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *