Kita lanjutkan kembali kelas kita. Sekarang kita akan mempelajari mengenai komunikasi serial.
Apa itu komunikasi serial? Komunikasikan serial melalui kabel USB atau pin TX dan RX menggunakan komunikasi serial.

Jika teman-teman menggunakan USB 3.2, di sana ada pin TX dan RX, TX itu untuk mengirimkan data, RX itu untuk menerima data. Jadi untuk menggunakan komunikasi serial, teman-teman bisa menggunakan seutas kabel. Komunikasi serial ini misalnya kita ingin mengirimkan data dari satu ISP ke ISP yang lain. Datanya dikirimkan seperti itu.Kita bisa menggunakan komunikasi serial untuk mengirim data dari ESP32 ke komputer melalui kabel USB. Gunakan serial monitor di Arduino IDE (kanan atas) untuk melihat data yang diterima dari ESP32. Klik serial monitor, dan data yang dikirim dari ESP32 akan muncul di sana. Setiap datanya, setiap baris datanya akan muncul di sini. Bagi yang menggunakan WokWi, teman-teman tidak perlu membuka serial monitor karena di Wokwi sudah ada serial monitor yang di bawah ini.
Jadi data yang dikirimkan dari ISP 3.2 akan tampil di bawah ini.

Kita akan mulai menggunakan komunikasi serial. Nanti komunikasi serial ini bisa teman-teman gunakan untuk menampilkan data sensor misalnya atau menampilkan pengolahan-pengolahan pemrosesan tertentu.
Jadi untuk melakukan debugging atau untuk melakukan uji coba untuk di komunikasi serial ini, untuk memulai penggunaan komunikasi serial, teman-teman perlu memanggil serial.begin.
int pinMerah = 33;
int pinKuning = 32;
int pinHijau = 25;
serial.begin(9600);
void setup () {
pinMode(pinMerah, OUTPUT);
pinMode(32, OUTPUT);
pinMode(25, OUTPUT);
}
void loop() {
digitalWrite(33, 1);
digitalWrite(32, 0);
digitalWrite(25, 0);
delay(500);
digitalWrite(33, );
digitalWrite(32, 1);
digitalWrite(25, 0);
delay(500);
digitalWrite(33, 0);
digitalWrite(32, 0);
digitalWrite(25, 1);
delay(500);
}Seperti itu.
Fungsi begin ini, teman-teman perlu menetapkan baut rate-nya. Di sini kita gunakan baut rate 9600.
Sebenarnya angka baut rate ini bebas mau berapa pun. Yang penting antara pengirim dan penerima angka baut rate-nya harus sama, ketika yang pengirim menggunakan 9600, maka penerima pun harus 9600, kalau ternyata tidak, kalau berbeda antara pengirim dan penerima, maka datanya akan berantakan jadi harus sama angkanya berapa pun bebas, kalau di Arduino IDE teman-teman bisa memilih di sini nantinya untuk speed dari baut rate-nya

dan di Arduino IDE, teman-teman juga bisa menetapkan serial speed-nya lewat kode program, itu di ESP-nya dan lewat bagian pojok kanan bawah ini untuk di komputer kita, Jadi antara kode program dan yang di sini, baut rate-nya nanti harus sama angkanya tapi jika teman-teman menggunakan wokwi, maka di wokwi-nya tidak perlu mengatur baut rate-nya cukup atur di kode program-nya saja karena wokwi ini namanya juga simulator dia sudah paham bahwa baut rate-nya harus sekian.
Seperti itu.
Kita mulai untuk serial begin artinya memulai komunikasi serial kemudian untuk mengirimkan data ke komputer kita, maka gunakan serial.print.
int pinMerah = 33;
int pinKuning = 32;
int pinHijau = 25;
serial.begin(9600);
serial.print("hallo semuanya");
void setup () {
pinMode(pinMerah, OUTPUT);
pinMode(32, OUTPUT);
pinMode(25, OUTPUT);
}
void loop() {
digitalWrite(33, 1);
digitalWrite(32, 0);
digitalWrite(25, 0);
delay(500);
digitalWrite(33, );
digitalWrite(32, 1);
digitalWrite(25, 0);
delay(500);
digitalWrite(33, 0);
digitalWrite(32, 0);
digitalWrite(25, 1);
delay(500);
}
Seperti itu.
Teman-teman gunakan petik atau bisa langsung angka kalau menggunakan petik berarti kalimat atau karakter. serial.print kita akan mengirimkan data halo semuanya sehingga nantinya ketika kita run simulation atau kita upload kode program-nya, kalimat halo semuanya itu akan tampil di serial monitor, kita akan coba tunggu sampai proses kompilasi selesai, proses kompilasi selesai.

Jika teman-teman melihat di serial monitor, “halo semuanya” akan muncul. Sama halnya jika menggunakan Arduino IDE. Perbedaannya, ada print dan println. Kita bisa mencoba mencetak dua kali untuk komunikasi serial. Gunakan serial.print untuk menampilkan “halo” yang pertama. Anda bisa menggunakan komunikasi serial untuk mencetak data sebanyak yang Anda perlukan.
Kita gunakan print, jadi ada dua fungsi: print dan println. Kita coba print terlebih dahulu. Jika kita memulai simulasi dengan dua print, angka-angka akan tampil disambung halo dan semuanya kesamping.

Dengan println, setelah ESP32 mengeksekusi “halo”, teks akan langsung berpindah ke baris baru.
Kita akan coba start simulation-nya menggunakan serial println, setelah halo, maka semuanya ini akan ada di bawah. Halo, kemudian baris baru, dan eksekusi kode program selanjutnya. Begitulah cara kerja komunikasi serial. Anda bisa meletakkannya di dalam loop.
Misalnya, jika kita memindahkan kode print ke loop paling bawah, kode tersebut akan dieksekusi secara berulang-ulang. Coba mulai simulasi dan tunggu hingga proses kompilasi selesai. Setelah kompilasi selesai, “halo semuanya” akan muncul terus-menerus. Karena kita letakkan di dalam loop, gunakan komunikasi serial untuk menampilkan data sensor di ESP32 tanpa memerlukan display seperti LCD atau OLED. Kita akan melanjutkan materi selanjutnya. Oke?

