Dasar pemrograman (Pengkondisian if)

Dasar pemrograman (Pengkondisian if)

Kita lanjutkan kembali materi kita kali ini kita akan mempelajari mengenai pengkondisian ataupun percabangan. Dimana pengkondisian ataupun percabangan ini digunakan pada saat kita ingin membuat pengkondisian jika. Kita akan ambil studi kasus dimana studi kasus ini kita akan membuat sebuah proyek untuk menyimpan data suhu ruangan dan dimana nanti kita akan atur suhu ruangan tersebut indikatornya melalui sebuah LED ataupun lebih dari satu LED. Sebagai contoh jika suhu ruangannya lebih dari 30 derajat celcius maka LED merah menyala. Namun jika suhu ruangannya antara 20 sampai 30 maka LED kuning menyala. Namun jika suhunya di bawah 20 maka LED hijau menyala sebagai contoh seperti itu.


Jadi kita akan menggunakan pengkondisian seperti itu, nah pada saat teman-teman membuat sebuah proyek maka kita harus bahas terlebih dahulu input proses dan outputnya. Di sini kita katakan ingin membuat sebuah proyek indikator suhu, dimana inputnya adalah sensor suhu tentu saja, kemudian prosesnya menggunakan pengkondisian if dan outputnya menggunakan LED. Kita terjemahkan dulu dari bahasa manusia nanti ke bahasa kode program. Kita buat dulu bahasa manusia, bahasa manusianya jika suhu lebih dari 30 maka LED hijau menyala atau lebih tepatnya LED merah karena panas ya LED merah menyala.

Jadi teman-teman silahkan buat dulu setiap kali akan memulai proyek buat dulu bahasa manusianya, bahasa manusianya seperti ini “jika suhu lebih dari 30 maka LED merah menyala”. Di sini kita tidak akan menggunakan sensor suhu terlebih dahulu tapi kita akan menggunakan variable untuk menyimpan data suhu.
Jadi nilainya nanti statik ya. Jadi nilainya tidak dinamis lewat sensor suhu, melainkan kita masukkan secara manual nilai dari suhu tersebut. Oke kita akan terapkan bahasa manusia ini ke dalam bahasa pemrograman.
Kita akan buat terlebih dahulu variabelnya yaitu variabel suhu.


Teman-teman perlu tentukan tipe datanya, suhu ini ada komanya oleh karena itu kita gunakan tipe data float. Kita buat variabel dengan nama suhu, nilai suhunya kita masukkan katakanlah di sini suhunya adalah 33. 33 derajat Celcius lalu nanti kita akan menggunakan pin LED yang berwarna merah. LED merah ini terhubung ke pin nomor 33 berarti pin LED merah akan kita gunakan sebagai output. Kita gunakan pin mode.
Pin nomor 33 sebagai output, seperti itu sesuai dengan yang sudah kita pelajari di awal.

Kita akan buat pengkondisian if-nya di dalam setup, teman-teman bisa di dalam setup, bisa dalam loop, di dalam function apapun nantinya bisa kita gunakan pengkondisian if.


Untuk penulisan pengkondisian if atau jika. Teman-teman gunakan if seperti itu kemudian kurung dan kurung kurawal kita tulisnya seperti ini. Kode program yang ditulis di dalam sini ini adalah kondisinya dan kode program yang ditulis di dalam sini ini adalah eksekusi kode programnya. Kondisinya adalah jika suhu lebih dari 30.


Kita ketikan di sini suhu lebih dari simbolnya seperti ini 30, Kemudian maka LED merah menyala makanya itu disimpan di dalam sini, di dalam kurung kurawal, untuk kondisi di dalam kurung biasa untuk yang maka disimpan di dalam kurung kurawal. LED merah menyala maka di digital write pin nomor 33 nilainya 1. LED merah menyala seperti itu jika suhunya lebih dari 30.
Ini simbol lebih dari( > ), ini simbol kurang dari( < ), ini simbol sama dengan(==)

Kalau sama dengannya 1 kali seperti ini(=), artinya dia memasukkan nilai ke dalam variabel.
Kalau sama dengannya 2 kali seperti ini(==), itu artinya dia membandingkan antara satu variabel dengan nilai atau variabel yang lain. Kemudian bukan sama dengan, lebih dari atau sama dengan(>=), kurang dari atau sama dengan(<=). Jadi operator pembanding.


Saya akan ketik di bawah untuk operator pembanding, ada lebih dari simbolnya seperti ini(>), kemudian ada kurang dari(< ), kemudian ada sama dengan simbolnya seperti ini(==), kemudian ada lebih dari atau sama dengan simbolnya lebih dari atau sama dengan(>=) , kemudian kurang dari atau sama dengan(<=). Kemudian yang lainnya bukan sama dengan, bukan sama dengan simbolnya adalah tanda seru sama dengan(!=)


Kalau kita gunakan seperti ini, dia dicek apakah suhunya lebih dari 30.Oh, variable suhu itu lebih dari 30, yaitu 33! Maka ini dieksekusi. Tapi kalau suhunya tidak lebih dari 30, ini tidak akan dieksekusi. Kita mulai simulasi. Seharusnya LED yang berwarna merah itu menyala yang di pin nomor 33! Karena suhunya itu lebih dari 30, yaitu 33. Simbol lebih dari seperti ini (>). Kita tunggu sampai proses simulasinya berjalan Teman-teman bisa lihat di sana LED merah menyala.

float suhu = 29;

void setup() {
pinMode(33, OUTPUT);
if(suhu > 30){
digitalWrite(33, 1);
}
}

void loop() {

}

Karena suhunya lebih dari 30. Tetapi kalau kita ubah nilai suhunya, misalnya 29! 29 itu kurang dari 30. Bukan lebih dari 30! Jadi pengkondisian ini salah. Karena kondisinya salah, maka tidak akan terpenuhi. Ini tidak akan di eksekusi. Kita tunggu. Teman-teman bisa lihat, LED warna merah mati, Seperti itu.

Jika kita start simulation. Karena suhunya 19, Berarti yang masuk ke pengkondisian if. Adalah yang ini (25, 1) yaitu pin hijau. Jadi dia di cek dulu dari atas ke bawah. pin merah terlebih dahulu di cek, Kemudian jika tidak terpenuhi pin hijau yang akan menyala. Jika tidak terpenuhi lagi, Maka dia tidak akan eksekusi yang manapun. Teman-teman bisa lihat warna hijau menyala, seperti itu. Ini yang di namakan pengkondisian if. Lalu kita juga bisa menambahkan disini “else if”.

float suhu = 30;

void setup() {
pinMode(33, OUTPUT);
if(suhu > 30){
digitalWrite(33, 1);
}
}

void loop() {

}


Kita akan tambahkan. Namun jika suhu kurang dari 20 Maka LED hijau menyala, Seperti itu. Misalnya kita beri suhunya 19. 19 berarti kurang dari 20.Kita tambahkan else if disini. Seperti itu. Else if suhu. Atau teman-teman pun tanpa else if bisa. Jika kondisinya hanya 2. Untuk pin warna hijau ini ke pin nomor 25. penulisannya (25, 1) atau High. Kemudian pin mode nya jangan lupa untuk di tambahkan, Maka kita tambahkan pin mode nomor 25 sebagai output, Seperti itu. Jika suhunya lebih dari 30. Pin warna merah yaitu Pin nomor 33, Dia menyala. Else if itu “namun jika”. Namun jika suhunya kurang dari 20. Maka LED yang berwarna hijau di pin 25 yang menyala.

float suhu = 19;

void setup() {
pinMode(33, OUTPUT);
pinMode(25, OUTPUT);

if(suhu > 30){
digitalWrite(33, 1);
} else  if (suhu < 20){
digitalWrite(25, 1);
}
}

void loop() {

}


Namun jika suhu nya antara 20 hingga 30 maka LED kuning menyala, seperti itu. Kita bisa menggunakan else if yang ini “else if (suhu < 20)” . Kita akan gunakan suhu lebih dari atau di antara 20 hingga 30. Maka kita tulis suhu lebih dari atau sama dengan 20 (>=20) dan, untuk simbol dan seperti ini (&&) kemudian suhu kurang dari atau sama dengan 30 (<=30). Pin berwarna kuning yang akan menyala. Maka kita ganti terlebih dahulu pin hijau 25 menjadi 32 seperti itu. Jika suhunya lebih dari atau sama dengan 20 dan suhu kurang dari sama dengan 30 ada dua kondisi di sini :

  • Kondisi pertama, dan
  • Kondisi kedua.

Kedua-duanya harus terpenuhi, jadi kita bisa terjemahkan di antara ini menggunakan simbol dan (&&) seperti itu. Jika kita taruh suhunya 25 maka seharusnya yang menyala adalah pin warna kuning yang di pin nomor 32. Start simulation.

float suhu =25;

void setup() {
pinMode(33, OUTPUT);
pinMode(32, OUTPUT);

if(suhu > 30){
digitalWrite(33, 1);
} else  if (suhu >= 20 && <=30){
digitalWrite(32, 1);
}
}

void loop() {

}

Jadi dia akan melewati yang ini dulu di check out yang terpenuhi kondisinya (suhu > 30). Maka dia akan masuk ke sini untuk kondisinya (suhu >= 20 && <=30) kita tunggu sampai simulasinya berjalan dan warna kuning menyala karena suhunya adalah 25. 25 itu lebih dari sama dengan 20 dan 25 itu kurang dari 30 maka terpenuhi kedua-duanya, seperti itu. Lalu bagaimana sekarang yang terakhir yang ini pin yang berwarna hijau, kita bisa gunakan “else” seperti itu. Else ini tanpa perlu ada kondisi, artinya ketika ini tidak terpenuhi (suhu > 30) dan ini tidak terpenuhi (suhu >= 20 && <=30) maka akan masuk ke else. Jadi saat semua if dan else if tidak terpenuhi atau tidak ada satupun yang terpenuhi maka dia akan masuk ke else. Kemudian tambahkan digitalWrite(); untuk yang hijau itu pin nomor 25 jadi 25 nilainya 1 atau digitalWrite(25, 1). Kita tambahkan kembali outputnya pinMode(); pin nomor 25 sebagai output seperti itu. Kita start simulation.

float suhu =25;

void setup() {
pinMode(33, OUTPUT);
pinMode(32, OUTPUT);
pinMode(25, OUTPUT);

if(suhu > 30){
digitalWrite(33, 1);
} else  if (suhu >= 20 && <=30){
digitalWrite(32, 1);
}else {
digitalWrite(25, 1);
}
}

void loop() {

}


Maka kalau suhunya 25 dia akan masuk ke sini (suhu >= 20 && <=30), kalau suhunya 33 dia akan masuk ke sini (suhu > 30) kalau suhunya 19 maka akan masuk ke else karena keduanya tidak terpenuhi. Oleh karena itu dia akan masuk ke else, seperti itu. Apakah else if nya hanya boleh ada satu? Else if nya boleh lebih dari satu. Teman-teman bisa menambahkan kembali else if dimanapun setel else yang lain sesuai nanti kebutuhannya seperti apa, tambahkan lagi pun bisa mau berapa pun else if nya bisa, Seperti itu. Lalu apakah di dalam if itu bisa ada if lagi ? Tentu saja bisa. Teman-teman setelsh if misalnya ada if lagi, tidak masalah kemudian di dalamnya ada if lagi ? Tidak masalah, dan terus seperti itu. Kita sebut sebagai if bersarang. Apakah di dalam else if nya bisa ada if ? Bisa, ada if lagi setelahnya, tidak masalah. If lagi setelahnya? Tidak masalah.
Jadi if di dalam if tidak ada masalah. Dan if ini bisa berada di function mana pun. Silahkan teman-teman coba.

Dan kita akan lanjutkan ke materi selanjutnya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *