Mari kita lanjutkan eksperimen dengan menggunakan LED. Siapkan ISP32, LED dengan warna apapun, kabel dupon atau kabel jumper, dan sebuah gridboard atau project board. Gunakan project board ini untuk menaruh berbagai komponen elektronika, agar bisa saling terhubung melalui kabel. Dengan menggunakan gridboard ini, kita tidak perlu melakukan soldering, ataupun kita membuat board PCB sendiri, karena di tahap ini kita melakukan tahap development, yaitu uji coba, prototyping, debugging, dan sebagainya.

MEMBUKA WOKWI
Oleh karena itu, proses di development ini sebisa mungkin dapat dilepas dan dipasang sesuka hati, (1:02) tanpa harus khawatir dengan faktor-faktor seperti biaya, kerusakan, dan lain sebagainya. (1:08) Jadi kita perlu menyiapkan minimal 3 hal, LED, kabel dupon atau kabel jumper, dan juga gridboard. (1:16) Tentu saja yang terakhir kita juga perlu USB 3.2 nya, ada 4 hal yang perlu disiapkan jika lengkap dengan USB nya, seperti itu.
Dan disini kita akan pelajari dulu mengenai gridboard nya. Saya akan menggunakan simulator Wokwi, di mana Wokwi ini adalah sebuah simulator untuk melakukan simulasi dari proyek IoT, teman-teman bisa membukanya di website www.wokwi.com, seperti itu. Sekarang teman-teman bisa buka wokwi.com. Disini saya akan menggunakan simulator Wokwi agar lebih mudah dalam menjelaskan berbagai macam hal di proyek IoT nya, ketimbang menggunakan Arduino IDE. Di Arduino IDE, ini hanya untuk kode program nya saja, tapi di Wokwi kita bisa melakukan simulasi langsung ke hardware nya juga, bukan hanya kode program nya. Opsional, teman-teman bisa menggunakan Wokwi, bisa juga menggunakan Arduino IDE, kemudian di-upload ke kode program nya, di-upload ke USB. Dengan begitu, teman-teman bisa langsung praktek di real proyek nya. Kalau menggunakan Wokwi, maka hanya dibentuk digital saja berupa simulasi. Untuk di Wokwi, silahkan teman-teman pilih ISP32, klik di sana ISP32, scroll ke bawah, di sana ada ISP32, yang starter templates, seperti itu. Klik di ISP32, tunggu sebentar, nanti akan muncul proyek ISP32 nya seperti ini.

NYOBA WOKWI
Dan disini kita akan pelajari dulu mengenai gridboard nya. Saya akan menggunakan simulator Wokwi, di mana Wokwi ini adalah sebuah simulator untuk melakukan simulasi dari proyek IoT, teman-teman bisa membukanya di website www.wokwi.com, seperti itu. Sekarang teman-teman bisa buka wokwi.com. Disini saya akan menggunakan simulator Wokwi agar lebih mudah dalam menjelaskan berbagai macam hal di proyek IoT nya, ketimbang menggunakan Arduino IDE. Di Arduino IDE, ini hanya untuk kode program nya saja, tapi di Wokwi kita bisa melakukan simulasi langsung ke hardware nya juga, bukan hanya kode program nya. Opsional, teman-teman bisa menggunakan Wokwi, bisa juga menggunakan Arduino IDE, kemudian di-upload ke kode program nya, di-upload ke USB. Dengan begitu, teman-teman bisa langsung praktek di real proyek nya. Kalau menggunakan Wokwi, maka hanya dibentuk digital saja berupa simulasi. Untuk di Wokwi, silahkan teman-teman pilih ISP32, klik di sana ISP32, scroll ke bawah, di sana ada ISP32, yang starter templates, seperti itu. Klik di ISP32, tunggu sebentar, nanti akan muncul proyek ISP32 nya seperti ini.

Di sebelah kiri, tempat kita melakukan pembuatan kode program, dan di sebelah kanan, tempat kita melakukan simulasi. Ada tombol start simulation di sana, ada tombol untuk menambahkan part-part baru seperti sensor dan aktuator di sana, ada juga hal lain di sana untuk undo, zoom, redo, zoom in, zoom out nya, grid, fullscreen, dan sebagainya. Teman-teman bisa fullscreen di sini untuk simulator nya.Jadi seperti itu, yang akan kita lakukan sekarang mempelajari mengenai breadboard nya terlebih dahulu sebelum kita melakukan eksperimen dengan LED. Teman-teman klik di add new part di sana, kemudian cari breadboard. Kita pilih yang half, bentuknya seperti ini untuk breadboard, sama seperti teman-teman menggunakan langsung ke real device nya, bentuk breadboard seperti ini. Ada banyak lubang di sana, di breadboard atau project board. Lubang-lubang itu adalah tempat kita menaruh komponen-komponen elektronika nya, termasuk USB 3.2 nya. Di sana kita akan pelajari mengenai pembuatan dari breadboard nya.

Teman-teman bisa lihat di sana ada banyak lubang, dan kita bagi menjadi di bagian atas di sini. Sebelumnya teman-teman perlu abaikan ya, di sana ada simbol plus, ada simbol minus, ada angka ABCDEFGHIJ, ada groove maksud saya, kemudian ada angka 1 sampai dengan 30. Teman-teman bisa abaikan label-label tersebut karena itu hanya sebagai penanda saja agar kita tidak bingung. Di sini lubang ada banyak, jika kita ingin menentukan misalnya di titik ini, maka titik ini adalah titik D10. D seperti itu 10, jadi untuk memudahkan kita pembacaan nomor titiknya saja untuk label. Begitu pula untuk yang plus minus, teman-teman bisa abaikan, tidak ada pengaruh apapun. Mau colokan di plus menjadikan minus, atau yang di minus dijadikan plus tidak ada pengaruh. itu hanya label saja untuk memudahkan kita dalam memasang kabelnya nanti. Jadi seperti itu.

Kalau teman-teman lihat di reel dari breadboard nya, tentunya seperti ini yang plus minus. Kemudian untuk yang label 123 sampai 30 dan huruf abcdfghij seperti ini. Teman-teman juga bisa memasukkan komponen-komponennya seperti ini. Silakan bisa dicoba terlebih dahulu untuk memasukkan komponennya secara asal, agar teman-teman tahu cara memasukkan komponennya. Kemudian kita akan pelajari hubungan dari titik-titik dari breadboard tersebut. Saya akan buat fullscreen terlebih dahulu. Oke. Kita lihat posisikan breadboardnya seperti ini. Posisikan breadboardnya seperti ini. Kita bagi di bagian atas. Yang di sini, ini bagian atas. Kemudian ada di bagian bawahnya, sama seperti bagian atas. Seperti itu. Dan di bagian tengah yang seperti ini. Kita bagi menjadi tiga bagian dari breadboard tadi.

Seperti itu. Setiap kali kita menghubungkan kabel ke titik yang ada di atas di sini, teman-teman hubungkan kemanapun, misalnya ke baterai, ke adapter, atau kemanapun. Seperti itu. Maka semua titik yang ada di baris yang sama dengan kabel tadi, maka dia akan terhubung juga dengan kabel tersebut. Misalkan kita menghubungkan kabelnya di sini. Kita pasang kabel jumper atau kabel dupon di sini dan kita hubungkan ke baterai. Maka satu baris semua di baris ini, dia akan terhubung ke baterai semua. Sisi positif, misalnya. Kemudian yang bawahnya kita ingin hubungkan ke sisi negatif. Ke baterai yang negatif. Maka semua satu baris ini akan terhubung semua ke listrik negatif di baterai. Seperti itu. Jadi fungsinya breadboard, kita bisa melakukan ekspansi titik-titik atau komponen-komponennya harus melakukan soldering. Begitu pula yang bawah. Jika kita menghubungkan di bagian sini, katakanlah.

Bagian ini kita hubungkan ke tegangan 220 volt, misalnya. Tegangan tinggi. Maka semua satu baris ini akan terhubung ke tegangan yang sama. Kemudian yang bawahnya, katakanlah kita akan letakkan di sini. Ini terhubung ke ground, misalnya. Listrik negatif. Maka satu baris ini akan terhubung semua ke listrik negatif di ground. Seperti itu. Kemudian bagaimana dengan yang tengah? Yang tengah posisinya secara horizontal. Kalau tadi kan secara vertikal. Yang ini menyamping posisinya, hubungan satu sama lainnya. Yang tengah dia menurun, seperti ini. Tapi dia dipisahkan dengan yang di bagian sini. Artinya antara A sama dengan E, itu tidak terhubung satu sama lain dengan F sampai dengan J. Kalau kita menghubungkan di sini, maka yang akan terhubung adalah di bagian sini saja. Seperti itu. Dia tidak bisa menyebrang. Bagian ini tidak terhubung dengan A sampai dengan E. Begitu pula yang tengah. Jadi bagian ini saling terhubungnya seperti ini. Begitu. Untuk penggunaan breadboard. Jadi silakan teman-teman bisa menggunakan breadboard nantinya untuk proyek elektronika yang akan dibuat.